Rabu, 30 Maret 2011

Kalor Pembakaran Bahan Bakar

Dalam kehidupan sehari-hari, untuk melakukan aktivitasnya, manusia memerlukan banyak energi. Sumber energi tersebut dapat diperoleh dari minyak bumi. Untuk memperoleh energi dari minyak bumi biasanya melalui reaksi pembakaran dari sumber energi tersebut. Jadi, sumber energi seperti minyak bumi digunakan sebagai bahan bakar. Dari reaksi pembakaran bahan bakar ini akan dilepaskan sejumlah tertentu panas (kalor). Komposisi dan nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Jenis Bahan Bakar Komposisi (%) Nilai Kalor

(KJ/g)
C H O
Gas alam 70 23 0 49
Batubara (antrasit) 82 1 2 31
Batubara (Bituminos) 77 5 7 32
Minyak mentah 85 12 0 45
Bensin 85 15 0 48
Arang 50 0 0 34
Kayu 50 0 44 18
Hidrogen 0 100 0 142



Suatu bahan bakar dapat dipandang ekonomis atau tidak bergantung pada kalor pembakaran bahan-bahan tersebut. Semakin besar jumlah kalor yang dilepaskan pada reaksi pembakaran, semakin besar pula nilai ∆H pembakarannya (∆Hc). jadi, bahan bakar akan bernilai ekonomis jika dalam pembakarannya dapat dilepaskan kalor dalam julah yang besar, sedangkan harga bahan bakarnya murah.

Akan tetapi, tidak semua bahan bakar dapat terbakar semupurna, sebagian ada yang pembakarannya tidak sempurna. Pembakaran sempurna bahan bakar akan menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran tidak sempurna dari nbahan bakar akan menghasilkan gas CO yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Perhatikan reaksi-reaksi berikut !

1. Pembakaran sempurna isooktana:

C8H18 + O2(g) → 8CO2(g) + 9H2O(g) ∆H = -5.460 kJ/mol



2. Pembakaran tidak sempurna isooktana:

C8H18 + O2(g) → 8CO2(g) + 9H2O(g) ∆H = -2.2924,4 kJ/mol



Pada reaksi 1 dan 2, pembakaran tidak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Jadi, pembakaran tidak sempurna dapat mengurangi efisiensi bahan bakar. Kerugian lain dari pembakaran tidak sempurna adalah akan dihasilkan gas karbon monoksida (CO) yang bersifat racun (mencemari udara).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar